i saw a spider, i didn't scream.. ( One of The Boys, Katy Perry )
ralat : i saw a spider, i certainly scream..
Yap, aku mengindap Arachnophobia. Phobia. Pada. Laba-laba. Segala jenis laba-laba adalah MUSUH ku !!
Laba-laba, hewan berkaki delapan, berbulu, besar, sebagian mengandung bisa mematikan. Creepy, first words from me.
Sebagian orang pasti heran, kenapa juga mesti parno sama hewan itu? Gak bahaya juga, atau paling gak yang sering kita temui. Laba-laba rumahan jarang berbisa, paling gede juga setelapak tangan. Tapi bagi aku, mereka adalah mimpi buruk. Bayangin, pas kita lagi tidur, terus mereka tamasya menjelajahi tubuh ini, merayap kesana kemari dengan delapan kami berbulu. Hiiii, gak makasih.
Ketakutan ini bermula saat aku masih kecil. Waktu itu lebaran. Kita ngumpul dirumah Nenek. Rumah itu gede, dan si Nenek punya hobi ngasi taplak meja menjuntai disetiap meja seantreo rumah. Juga meja hidangan. Dibawah meja itu tempat nyimpan minuman kaleng, yang jadi kesempatan emas buat para bocah curi-curi kesempatan buat nilap.
Alhasil, pas aku yang kurang beruntung ini memasukan tangan ke kotak terkutuk, delapan kali berbulu menyambut dan mencengkram tanganku. Merangkak naik, naik, erat banget. Pas aku tarik, ada laba-laba penuh anaknya betengger ditanganku. Sumpah, no even words could describe it!
Itu hewan gede, hitem coklat, berbulu, plus ratusan anak-anaknya yang 'imut' kelayapan disekujur tangan aku. Panik, aku kebain. Eh, si hewan kaget, gigit deh. Aku tereak-tereak, minta tolong lah. Tante aku datang, terus dia lari ambil penyapu dan plak, laba-labanya ditimpuk deh. Sayangnya, aku udah keburu shock duluan. Dan hingga kini aku gak bisa ramah sama monster itu.
![]() |
| enemy !! |
Sebenarnya, memalukan juga sih. Pernah, aku tereak kenceng banget pas lagi pelajaran Fisika dikelas. Si guru lagi ceramah tentang UAN, kita 'sibuk' ngerjain soal sambil dengerin dia. Nah, Reci dan aku asyik sama forum kita. Pas itu aku lagi senderan di dinding.
Reci : Shin.
Aku : Apa?
Reci : Ada binatang tuh..
Oke, ayo pikirkan, binatang apa yang biasanya nangkring di dinding?
Cicak? Kecoak? Kumbang? Serangga? Tapi bagi aku, itu pasti : Laba-laba.
Dan dengan sekuat tenaga aku tereak, kenceng banget. Maksudnya sih biar paniknya ludes disapu suaranya gitu. Sambil loncat pula.
Sang guru pun diam, sekarang sepenjuru kelas mandangin aku. Reci nganga gede banget disebelah. Aku ngos-ngosan, nyari si 'hewan' yang katanya nangkring di dinding. Lebah nyasar, toh..
Reci : Histeris amat, bu..
Dan itu gak cuma sekali, sampe gak inget udah berapa banyak.
Pernah juga ngigau, nangis malah pas tidur. Gara-gara mimpi dikasi tarantula sama teme-temen sekelas..


0 komentar:
Posting Komentar